sesuai kata mhanx Indra Mulyawan :v suruh Next! nah ini Ch2 dari Just Be Friend. Hope U Like it! ๐Ÿ’‹๐Ÿ‘


“Misa!” panggil Rika pada Misa yang tengah berbinar menatap Rei yang sedang duduk di kursinya.
“ha?” kata Misa tanpa menoleh ataupun melirik. Rika menghela nafas panjang berharap semua siswi dikelasnya berhenti bersikap alay nan lebay hanya karena seorang laki-laki bernama Anzella Rei. Segera Rika berdiri dan menepuk pundak temannya lalu mencengkramnya dengan kuat. Misa terkejut kemudian meringis sakit seraya memiringkan tubuhnya kekanan berharap Rika melepaskan cengkramannya itu.
“ah! Sakit! Sakit!” ringis Misa sambil memberontak. Tanpa ampun, Rika terus mencengkram bahu MIsa.
“Sakit! Ah! Lepas!” kasar Misa seraya menepis keras tangan Rika. Tatapan Misa terlihat begitu tajam sedangkan Rika hanya menatap datar Misa.
“dasar!” bentak Misa kemudian berlari menuju pintu kelas dan keluar kelas begitu saja menyisakan pandangan heran para siswa dan siswi yang menuju kearah Rika. Beberapa Siswi terlihat berbisik-bisik. Merasa mulai jengkel dan muak, Rika duduk kembali ke kursinya kemudian menendang meja di depannya hingga terhempas jauh. Bahkan jatuh membentur lantai.
BRAAAK!
Rika melirik kearah siswa siswi dengan tatapan tajam beraura membunuh. Merasa ancaman mematikan dari Rika semua pun kembali seperti semula seolah tak terjadi apa-apa. Rika mendesah kesal. Melirik kearah Rei yang tengah memperhatikannya dengan tampang bingung.
“apa?” datar Rika pada Rei yang spontan langsung membenarkan kacamata berframe kotak hitam miliknya.
“ah.. enggak” ucap pelan Rei.

TENG!

 Selang beberapa jam, bel istirahat berbunyi nyaring dan membuat sebagian murid berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang mengaung lapar. Sebagian murid lainnya, memilih untuk diam dikelas, membaca buku, mengobrol dengan teman, memakan bekal, dan bercanda ria. Rika mengeluarkan sumpit pink miliknya dan memakan bento buatan ibunya dengan lahap. Misa terlihat tenang membaca buku di depan Rika. Semenjak insiden tadi pagi, Mereka hanya saling berdiaman hingga jam istirahat ini. Manik kehijauan milik Rika mendapatkan dua siswi yang berjalan kearanya dan duduk disampingnya.
“Hei, Rika, Boleh Kami makan bekal bersamamu?” Tanya salah seorang gadis berkacamata dengan nada gugup. Rika menatap mereka dengan tatapan heran. Tumben sekali baginya ada yang mengajak makan bekal bersama. Rika menelan bentonya kemudian mengangguk.
“ya, boleh aja. Kenapa enggak?” datar Rika seraya bergeser memberikan lapak untuk dua gadis disampingnya. Terlihat senyuman simpul dibibir kedua gadis tadi. Melihat itu, Rika tersenyum tipis membalas senyuman mereka. Sesaat Rika dan dua gadis itu makan bersama, mengobrol dan bercanda ria, Misa berdehem begitu keras dan berdiri. Melihat itu, Rika mendecak.
“ck! Ngerasa keganggu nona?” ucap Rika kemudian memakan bento nya lagi. si gadis berkacamata itu melihat Misa dan Rika secara bergantian. Misa menghela nafasnya.
“hei-hei.. Misa, jika ingin makan bersama.. si-silahkan.. kami tidak bermaksud..—“ ucap gadis berkacamata itu  terpotong oleh Misa yang memukul meja.
BAAK!
“siapa yang peduli?! Hah? Kalau mau, kalian bisa ambil Rika ku! Because! I Don’t Care!” lantang Misa kemudian berlari lagi meninggalkan kelas. Kedua gadis tersebut secepat kilat menoleh kearah Rika yang menghabiskan bentonya dengan  santai kemudian menutup kotak bekalnya dan menaruhnya dikolong meja.
“kalian gak perlu khawatir. Misa emang begitu kok dari SMP. Nanti juga balik ceria lagi. nah! Sekarang… aku mesti nyusul dia.. pasti dia ada di atap sekolah.” Ucap Rika dengan nada malas lalu berdiri.
“hm, gitu yah? Kalo gitu, semangat Rika! Buat dia ceria lagi!” kata gadis satunya menyemangati Rika. Rika tersenyum simpul kemudian mengacungkan ibu jarinya pada gadis itu.
“dah..” kata Rika melambai kecil danberjalan menuju pintu kelas.
“oy! Rika!!” panggil gadis berkacamata tadi membuat langkah kecil Rika terhenti dan menoleh kearah gadis itu yang kini berjalan kearahnya sambil menyerahkan sekotak bekal kecil.
“Misa pasti gak bawa bekal. Ini udah kupisahin bekalku. Kasih dia yah” ucap gadis berkacamata itu. Dengan senyuman sambil menerima bekal, Rika berterima kasih kemudian berlari menjumpai Misa di atap gedung sekolah. Mengapa Rika tahu? Karena tidak ada tempat lain bagi Misa disaat situasi begini.
……
“Misa!” panggil Rika saat menemukan Misa diatap gedung sekolah tengah membaca buku dekat pembatas pinggir. Merasa terpanggil dengan suara yang tak asing, Misa menutup bukunya dan diam tanpa menoleh.
“maaf yah! Aku udah berlebihan” kata Rika sambil berlari menghampiri Misa dan memberikan bekal padanya. Misa hanya menatap polos Rika.
“maaf? Untuk apa?” ucap pelan Misa. Rika tersenyum miris, tahu apa yang akan dikatakan Misa. Sejak SMP Misa memang seperti ini. Selalu cepat melupakan masalah. Tanpa ba-bi-bu, Rika menarik tangan Misa dan menaruh bekal ditangannya. Kini mata Misa terlihat berbinar ria.
“Hwahhh! Makasih!” ucap Misa dengan nada ceria seperti biasanya. Lagi-lagi Rika tersenyum miris.
“itu bekal dari Mhyta. Nanti dikelas kamu mesti bilang makasih sama dia.” Datar Rika sambil mengibaskan rambutnya yang agak berantakan. Misa mengangguk semangat kemudian membuka kotak bekal kecil itu.
“Uwooh! Gile! Bekalnya Myhta ajib!! Donat cokelat! Uohohoho!” teriak Misa norak dan berjerit alay. Rika menghela nafas lega karena temannya sudah kembali seperti semula lagi. alay dan berisik.
.......
Kini kelas telah sepi, sesudah bel pulang berbunyi. Keheningan menyelimuti suasana kelas 2-A. Rika yang masih diam di kelas, asik membaca buku novelnya yang sering ia bawa kemana pun, dimanapun. Mungkin seluruh murid disekolah ini sudah pulang. Mungkin!. Misa pun pulang duluan karena Rika yang menyuruhnya. Inilah yang sering dilakukan Rika sepulang sekolah. Membaca novel hingga matahari hampir terbenam sepenuhnya. Tampang Rika sama sekali tidak menunjukan kefokusan. Ia masih terpikir pekataan Misa saat jam istirahat di atap sekolah.
‘uhm! Aku suka sama dia! banget! Rei emang yang terbaik!’
Rika menghela nafas kemudian menunduk dan menyeringai. Benar apa yang Rika pikirkan mengenai Misa. Merasa tidak nafsu membaca novel, Rika memutuskan untuk pulang. Waktu menunjukan pukul 16.53 a.m.
“haaah… Misa, ada ada aja deh” kata Rika pelan entah pada siapa sambil memasukan novelnya kedalam tas. Sesaat berdiri dan hendak berjalan menuju pintu kelas, Rika dikejutkan oleh seorang laki-laki yang tiba-tiba masuk kekelasnya tanpa permisi ataupun gaya sopan lainnya. Ia mendobrak pintu kelas, masuk secepat kilat, menutup pintu secara kasar dan bersandar didinding sambil memejamkan matanya. Serasa melihat berandalan pasar, Rika terbelalak seketika melihat gaya laki-laki didepannya. Bahkan bagi Rika laki-laki ini sangat tidak asing. Namun, penampilannya berbeda 180 derajat dari biasanya.
“Rei!”kaget Rika sambil menyebut nama Laki-laki itu yang ternyata adalah Rei. Ketua kelasnya. Rei membuka pandangannya dan terbelalak juga melihat Rika didepannya. Rei pikir tidak akan ada siapa pun lagi dikelasnya karena sekarang sudah lewat jam pulang. Rei meneguk liurnya sadar bahwa penampilannya saat ini amat buruk untuk dilihat orang lain. Bahkan reputasinya bisa turun.

“Ri-Rika!” gagap Rei seraya menunjuk Rika.

To Be Continued 
tunggu kelanjutannya yah :v 
salam Mochine Kawaii :v pret
๐Ÿ˜…๐Ÿ˜Ž

Cerbung - Just Be Friend Ch2

Posted by : Mochine Aika 0 Comments
Just Be Friend


‘Berteman saja! Ya berteman! Walau menyakitkan! Berteman saja!’

Pagi cerah telah tiba disambut oleh kesibukan orang-orang biasanya. Suasana kota sedikit demi sedikit menjadi ramai dan padat orang serta kendaraan. Rika, gadis berumur 16 tahunan tengah berjalan santai di trotoar jalan sambil memakan roti berselai cokelat. Sesekali ia harus menghindari tabrakan kecil yang dilakukan oleh beberapa orang yang terlihat terburu-buru. Pandangannya begitu sayu. Manik kehijauan miliknya terus memandang kearah depan. Fokus.
“Andai saja aku tidak ceroboh, pasti aku tidak akan salah membaca jam tadi” gumamnya pelan sambil mengambil sebotol air mineral dari tas sekolahnya. Ia teguk air itu hingga menyisakan setengah botol. Ya, kini Rika tengah berjalan menuju sekolah. Langkah kecilnya seketika berhenti ketika melihat sesuatu yang tak asing baginya. Surai pirang sebahu dan tas merah dengan garis hitam. Rika menghela nafas malas tahu bahwa itu adalah teman sekelasnya sekaligus temannya sejak menduduki bangku SMP. Dengan langkah yang ogah-ogahan Rika menyusul si surai pirang itu.
“Misa” ucap Rika sambil menepuk bahu si pirang yang ternyata bernama Misa. Misa sama sekali tidak menoleh ataupun merespon ucapan Rika. Merasa terabaikan, Rika mengerucutkan bibirnya kemudian melihat kearah wajah Misa. Raut Rika kini menampakan kebingungan. Ekspresi Misa sama sekali tidak menampakan keceriaan seperti hari-hari biasanya. Misa tampak muram dengan tatapan kosongnya. Manik kecoklatannya terlihat redup bagaikan lampu yang akan mati. Expired.
“Rika…” panggil pelan Misa sambil menoleh kearah Rika dengan tatapan menyedihkan. Rika hanya menaikan sebelah alisnya dengan arti ‘ada apa?’. Misa menunduk lalu menghentikan langkahnya.
“Aku harus apa…. Aku.. Aku.. jatuh cinta!”
Serasa mendengar kutukan maut, telinga Rika serasa sakit mendengar perkataan Misa yang meninggi seketika. Diusapnya pelan daun telinga miliknya kemudian menatap Misa tak percaya. Mana mungkin seorang Misa yang ceria,tomboy,benci pada laki-laki bisa jatuh cinta? Apa jangan-jangan Misa tak normal?. Dengan segera Rika menggeleng cepat menghilangkan semua pikiran buruknya.
“jatuh cinta?! Yang benar saja! Dengan siapa?” sembur Rika pada Misa yang kembali berjalan. Misa menoleh kearah lain berusaha menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah. Merasa dibuat heran dan penasaran Rika terus memerhatikan Misa hingga tidak sadar kalau di depannya ada tiang listrik.
BRUUK!
Dengan sekali tercium oleh tiang listrik, Rika jatuh terduduk sambil mengelus tulang pipi kanannya dan mengaduh kesakitan. Tanpa mempedulikan pandangan orang lain yang mulai mengarah kepada dua sejoli ini.
“siapa yang menaruh tiang listrik disini hah?!” kesal Rika sambil berdiri dan melihat kanan dan kiri. Dengan bodohnya ia melontarkan pertanyaan itu membuat setiap orang yang mendengar menatapnya dengan tatapan konyol. Melihat kekonyolan temannya, Misa pun segera berbisik pada Rika.
“kau bodoh? Tiang ini memang ada disini sejak lama. Dan lihat! Kau jadi pusat perhatian tau!” bisik Misa sambil menjitak Rika diakhir katanya. Rika meringis sakit dan beralih mengelus kepalanya sambil melihat sekitar. Merasa malu jadi pusat perhatian, Rika segera berjalan cepat meninggalkan tempat itu dengan menarik tangan Misa.


“Hwahh! Malunya aku saat dijalan tadi” ucap Rika sambil mendudukkan dirinya dikursi kelasnya secara kasar. Misa menaruh tas merahnya diatas meja yang berada didepan Rika. Melihat temannya yang memasang tampang konyol dengan sedikit rona merah dipipi. Misa pikir Rika akan masa bodo pada kejadian tadi. Yang Misa kenal Rika adalah orang yang tidak peduli pada apapun kecuali cerita horror dan sadistic.
“kamu sih..-“ ucap Misa terpotong tiba-tiba oleh jejeritan para siswi yang bergerombol didepan pintu masuk kelas. Misa tahu penyebab dari jejeritan alay para siswi tersebut yaitu karena si 2-A Prince. Seketika Misa langsung membereskan rambutnya yang mungkin berantakan menurutnya. Melihat itu, Rika menghela nafas malas. Rika juga tau mengenai penyebab jeritan alay siswi kelas 2-A tapi, Rika sama sekali tidak peduli dengan apa yang dinamakan 2-A prince. Menurutnya itu hanya julukan keberuntungan yang didapat oleh siswa bernama Rei. Memang, Rika akui dia lebih unggul dibandingkan siswa lain di kelas 2-A, kelas dimana Rika selalu menuntut ilmu secara normal. Rei sangat unggul dalam Rank kelas, olahraga dan lainnya. Bahkan hampir semuanya. Dan parasnya juga tampan. Semua itu menjadikan Rika nomor dua dikelasnya dan mendapat julukan Princess Ice. Rika yang selalu cuek,bersikap dingin,jenius dan hampir sama dengan Rei namun ketertutupan Rika yang menjadikannya nomor dua.
Rika menatap malas pintu kelas dan Misa didepannya secara bergantian. Rika sadar bahwa seharusnya Misa menjadi salah satu diantara gerombolan siswi yang menjerit alay itu. Walau Misa sangat membenci laki-laki, Misa sama sekali tidak membenci Rei dan pernah bilang bahwa ia sangat mengaguminya dan rela melakukan apa saja demi Rei. Hei! Tunggu! Apa saja? Jangan-jangan…

TO BE CONTINUED!

Cerbung - Just Be Friend

Posted by : Mochine Aika 2 Comments
Genre : hurt(?)

Suatu pagi disebuah rumah, terlihat seorang gadis bersurai cokelat tengah duduk di sebuah kursi dekat jendela yang terbuka.
“Cahaya matahari pagi itu indah sekali”. Katanya sambil memandang keluar jendela.
“Hei! Kau tidak bosan hah?, setiap pagi kau terus memandangi matahari itu!” celoteh sang kakak dari gadis tadi sambil menyisir rambutnya.
“Tidak Ami-neeChan” geleng sang adik sambil tersenyum.
“Hufffth, yasudah. Aku ingin kerumah sakit dulu ya. Jika kau merasa tidak enak sendirian dirumah, jalan-jalan saja dengan temanmu si Yuika itu. Atau jika kau lapar, pergi saja ke kedai Ramen” Kata Kakaknya yang bernama Ami itu. Sang adik pun mengangguk.
“oke! Dadah Namika…” kata Ami lalu pergi meninggalkan Namika sang adik dirumah sendirian.
“Huffth! Kenapa Ami-neeChan selalu meninggalkanku? Padahal, aku tahu kalau hari ini dia libur dari tugas rumah sakitnya. Bilang saja jika dia mau pergi kerumah Kyouya-nii! Huh” Namika cemberut sambil berceloteh tentang kakaknya itu. Saat Namika sedang berceloteh tidak jelas, pintu rumahnya terbuka dan menampakkan seorang laki-laki bersurai cokelat gelap. Melihat itu, raut wajah Namika yang cemberut langsung berubah drastic menjadi sangat ceria.
“Akito-nii!!!” jerit riang Namika berdiri lalu berlari kearah laki-laki itu kemudian memeluknya. Akito adalah kakak laki-laki Namika yang sangat tegas dan baik hati.
“Wah, sepertinya kau rindu sekali denganku”. Ucap Akito sambil membalas pelukan adiknya lalu mengelus kepala Namika dengan sangat lembut.
“Tentu saja! Akito-nii sudah pergi selama 8 bulan tahu!” kata Namika.
“Selama itu kah? Hehehe, maaf yah” Kata Akito dengan cengiran khasnya. Akito memang tegas, namun tidak pada adiknya yang satu ini. Karena Akito tahu bahwa Namika adalah anak yang sangat rajin.
“Akito-nii! Apa kau bawa pesananku 8 bulan yang lalu?!” kata Namika sambil melepas pelukannya lalu menadah tangannya seperti gaya kakak kelas yang sering memalak adik kelasnya. Akito tersenyum.
“Tentu saja, Dango yang manis kesukaan Nami” Kata Akito tersenyum lembut sambil mengeluarkan sebuah kotak yang berisi kue manis dari jepang. Dango.
“Assssiiikkk!! Terima kasih! Sayang… Akito-nii!” girang Namika sambil menyambar kotak yang bahkan belum Akito ulurkan padanya lalu ia buka kotak tersebut dan melahap satu persatu isinya. Melihat itu, Akito hanya bisa tersenyum.
“oh iya, dimana Ami?” Tanya Akito beberapa menit kemudian saat mereka tengah duduk di sofa ruang tamu.
“Uhm, Akito-nii tahulah. Seperti biasa” jawab Namika sibuk memakan kue dangonya. Akito menghela nafas panjang.
“haaah, dia itu.”
.
.
.
“Sudah sore, aku mau mandi ah” ucap Namika yang sedang sibuk membenahi laptopnya.
“HEI NAMIKA!! KAU TARUH DIMANA SEPATUKU?!!” teriak Akito dari ruang depan dimana pintu keluar rumah berada. NAmika hanya terkekeh karena tadi siang ia menyembunyika sepatu kakaknya. Akito pun memasuki kamar NAmika.
“Namika, katakana padaku. Dimana sepatuku hah?” kata Akito sambil terengah-engah.
“Kusembunyikan!” iseng Namika. Akito pun menyeringai.
“Disembunyikan yah” Kata Akito lalu bergegas mencari sepatunya itu dikamar Namika yang serba pink itu. Siapa tahu Namika menyembunyikan sepatu Akito dikamarnya.
“Kau tak akan menemukannya Akito-nii” ledek Namika.
“oh ya? Mari kita buktikan” kata Akito tak mau kalah.
.
.
.
.
Sudah 40 menit Akito mencari sepatunya di rumah. Tapi tak kunjung menemukannya.
“aaah, ini sepatumu Akito-nii.” Kata Namika mulai bosan dan mengantuk karena memperhatikan Akito yang hanya bolak-balik dari ruangan 1 keruangan lainnya.
“huffth…” hela nafas Akito.
“Aku pulang!” terdengar suara Ami dari pintu depan rumah.
“Ami-neeChan!” seru Namika.
.
.
.
(keesokan harinya)
Seperti biasa, Ami kakak Namika pergi pagi pulang sore. Kali ini Namika sendiri karena Akito sedang pergi bersama teman-teman lamanya. Sebenarnya Namika di ajak oleh Akito namun Namika menolak karena takut merepotkan kakaknya. Namika pun merasa sangat bosan lalu ia memutuskan untuk jalan-jalan pagi.

“sejuknya” gumam Namika berada diatas bukit yang tidak jauh dari rumahnya.
“Namika!” panggil seorang gadis. Namika pun menoleh dan terlihatlah seorang gadis bersurai indigo sepinggul berlari mendekatinya.
“Ah! Yuika!” kata Namika menyapa temannya yang bernama Yuika.
“hei, sedang apa kau disini sendirian?” Tanya Yuika saat sudah didekat Namika. Namika tersenyum simpul.
“jalan-jalan! Hitung-hitung bisa melihat cahaya matahari pagi dengan jelas” ceria Namika.
“oh, begitu ya. Kalau begitu, aku pergi dulu. Akira-nee pasti menungguku” kata Yuika berpamitan pada Namika lalu berjalan pergi.
“oke, .. Eh! Yuika! Tunggu!” kata Namika membuat langkah kecil Yuika berhenti.
“uhm.. ada apa?” Tanya Yuika menoleh kebelakang.
“Anoo, Terima kasih sudah menjadi sahabatku!” kata Namika dengan semangat. Yuika memasang raut bingung.
“eh? Ada apa denganmu?” bingung Yuika. Namika menaikan kedua bahunya.
“entah! Tapi aku hanya ingin mengatakan ini saja. Hahaha.. oh iya, jika aku tidak bisa melihatmu lagi.. aku minta maaf ya?!” ucap Namika yang membuat Yuika semakin bingung. Namun Yuika hanya mengiyakan ucapan Namika dengan satu anggukan. Tiba-tiba seorang gadis bersurai indigo sebahu datang. Kakak Yuika.
“Yui, ayo.” Ucapnya lemah lembut. Yuika langsung membungkuk pamit ke Namika lalu berjalan kearah kakaknya.
Namika kini sendiri lagi. ia berjalan di bukit sambil memandangi matahari pagi dengan seksama. Tanpa ia sadari, ada sebuah batu kecil yang membuat dirinya terpeleset jatuh menggelinding ke bawah bukit. Terbentur batu, tertusuk ranting pohon dan tergores rumput liar yang kasar. Namika menjerit sekeras mungkin. Yuika dan kakaknya yang masih belum jauh dari situ langsung menghampiri suara Namika.
.
.
.
(hospital)
Namika belum juga sadarkan diri setelah ia dibawa kerumah sakit oleh ambulance yang dipanggil oleh Yuika. Namika mengalami pendarahan kepala dan mata yang hebat hingga ia tak sadarkan diri begitu lama.
“Namika, sadarlah.” Ucap Akito yang beberapa menit lalu datang setelah di telfon oleh Akira, kakak Yuika sekaligus teman dari Akito.
Beberapa menit kemudian,Namika sadarkan diri. Ia menringis perih sambil memegangi kepalanya yang diperban.
“hey, kenapa mataku diperban?” ucap Namika dengan suara yang serak.
“Akito-nii! Ami-nee!” panggil Namika dengan nada yang agak meninggi.
“Kami disini, Namika. Kau jangan banyak bergerak” Kata Ami sambil melepas perban di mata Namika.
“Akhirnya aku bisa melihat semuanya” ucap Namika senang. Namun, mata emeraldnya tak melihat apa-apa. Hanya kegelapan.
“H..Hey! j..jangan matikan lampunya..” ucap Namika bingung. Yang lainnya hanya terdiam dengan wajah sedih. Bahkan Yuika sampai menangis.
“ja..jangan bercanda! Aku tidak suka” ucap Namika lagi sambil meraba udara.
“Nami.. “ gumam pelan Akira.
“Namika, m..maaf. kau.. tidak bisa..” ucap ragu Ami sambil memegang bahu adiknya.
“Ha? Tidak bisa apa?” Tanya Namika.
“tidak bisa.. melihat lagi” sambung Ami dengan air mata yang mengalir. Bagaikan di sambar petir, hati Namika sakit setelah mendengar perkataan kakaknya. Akito memeluk Namika bermaksud untuk menenangkannya. Suara isakan tangis dari Namika terdengar sangat menyedihkan.
“tidak.. ini.. bohong.. hiks hiks aku tidak mau begini..” ucap Namika disela tangisnya.
“Maaf, tapi ini sudah terjadi” ucap pelan Akito di dekat telinga Namika. Mendengar itu, isakan Namika makin bertambah.
“jadi.. hiks yang tadi pagi itu.. hiks hiks.. cahaya matahari terakhirku..” kata Namika serak sambil menangis.
Owari!
(ahh, ga je ya? Hehehe maafkan Mochi :* kalau ada kritik dan saran harap tinggalkan komen ^^)


Fanfiction - Last Sunlight

Posted by : Mochine Aika 0 Comments
Genre : Horror(?)Comedy(?)

 Pada suatu hari, Aku dan ke empat Temanku sedang berbaring di lantai kamarku. Selesai mengerjakan tugas bersama kami bingung ingin melakukan apa lagi. karena merasa sangat bosan, salah satu temanku memulai pembicaraan. Temanku bilang ia ingin bercerita. Sontak Aku dan ke tiga temanku lainnya langsung duduk dan mempersilahkan salah satu temanku itu untuk bercerita. Sebut saja temanku yang ingin bercerita itu namanya Atika. Atika pun mengubah posisinya menjadi duduk tegap menghadap Aku dan ke tiga temanku yang bernama Putri,Reni dan Kinanti. Atika bercerita bahwa pada zaman dahulu ada lima orang pemuda yang sedang mendaki gunung es. Namun karena suhu di gunung es itu sangat dingin, salah satu dari lima pemuda tadi tidak kuat menahan dingin dan akhirnya meninggal karena kedinginan. Sisa empat pemuda yang masih bertahan di gunung es tersebut. Namun, mereka bingung harus di apakan jasad teman mereka itu. Mereka berpikir bahwa jika menguburnya, mereka tidak akan sanggup menggali di es. Pada hari itu juga mereka menemukan sebuah kuil tua yang terletak di pedalaman gunung es tersebut. Akhirnya, mereka memutuskan untuk meletakan jasad temannya di dalam kuil tersebut. Saat mereka meletakan jasad temannya di tengah ruangan kuil,salah satu dari mereka memberi usulan untuk mengitari jasad temannya dari sudut ruangan tersebut agar arwah temannya tenang. Yang lainnya pun setuju, pada saat itu juga Ke empat pemuda itu masing-masing sudah berdiri di sudut ruangan kuil. Lalu, mereka mengitari jasad temannya sebanyak tiga kali dengan cara berjalan dari sudut ke sudut lainnya lalu menepuk bahu teman masing-masing.
 Selesai Atika bercerita, Aku langsung mempunyai ide untuk menjahili temanku sekaligus bisa bermain dengan mereka. “Hei, bagaimana jika kita bermain sebuah permainan? Namanya Hantu 4 sudut! Cara bermainnya sama seperti dalam ceritannya Atika. Aku berperan menjadi mayat saja. Nah,kalian berempat mengitari aku sebanyak tiga kali sambil berjalan dan menepuk bahu orang selanjutnya! Bagaimana?” Kataku pada mereka. Kulihat ekspresi mereka yang berbeda-beda. Mulai dari Putri yang berpikir dengan pose tangan di dagu, Atika yang bingung sambil memanyunkan bibirnya serta Reni dan Kinanti yang main lirik-lirikan. Beberapa saat kemudian mereka berempat mengangguk setuju. Terbentuklah senyum simpul dari bibirku. “Baiklah! Nanti malam kalian kumpul di depan rumah kosong dekat kedai es krim yah!” seru ku. Ke empat temanku secara bersamaan mengatakan “Ya!”

 Pada malam harinya, kami berlima sudah berkumpul di depan rumah kosong dekat kedai es krim. Aku membawa satu lilin sebagai satu-satunya alat penerangan kami nanti. Aku pun menjelaskan kepada teman-temanku bahwa saat bermain tidak boleh ada yang mengeluarkan suara sedikit pun dan tidak ada penerangan apa pun saat permainan berlangsung. Sontak mereka memasang raut takut. “Eh! Pasti suasananya serem nih” kata Reni sambil memeluk Kinanti. Kinanti pun mengangguk setuju. Aku menenangkan mereka dan mengatakan bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Tak lama mereka pun tenang dan bersedia mengikuti permainanku. Kami berlima pun langsung masuk kedalam rumah kosong tersebut dengan penerangan lilin. Saat sudah siap memulai permainan, kami mengambil posisi masing-masing. Aku ditengah ruangan,Atika di sudut satu,Putri sudut dua,Reni sudut tiga dan Kinanti di sudut empat. Aku mematikan cahaya lilin dengan meniup apinya. Permainan pun dimulai. Atika berjalan ke sudut Putri lalu menepuk bahunya, Putri langsung berjalan kesudut Kinanti dan menepuk bahunya sampai seterusnya.


  Beberapa menit sudah berlalu. Kami pun sudah menyelesaikan permainan. Aku menyalakan lilin lagi dengan korek api batangan. Kulihat raut ke empat teman ku yang merasa lega dengan berakhirnya permainan ini. Kami pun pergi dari rumah kosong itu menuju rumahku untuk berkumpul. Saat dikamarku, Kami semua berbaring di lantai. Dan berbincang asik tentang permainan tadi. Tak lama kemudian, Putri langsung memukul pelan lantai dan mengatakan bahwa ada yang janggal dalam permainan tadi. Putri menjelaskan bahwa jika dia menepuk bahu Reni lalu Reni menepuk bahu Kinanti dan Kinanti berjalan kesudut satu yang telah kosong. Lalu bahu siapa yang Kinanti tepuk? Dan siapa yang menepuk bahu Atika selama permainan berlanjut?. Sontak Atika dan Kinanti langsung pucat. Mereka berdua langsung menggenggam tangan satu sama lain. Kulihat Reni dan Putri juga mulai ketakutan. Aku hanya tersenyum jahil saja. Aku diam sambil mengingat kejadian yang sebenarnya. Saat Kinanti berjalan, Aku sudah ada di sudut satu sejak Atika berpindah sudut. Kinanti menepuk bahuku lalu aku berjalan dan menepuk bahu Atika. Intinya, aku juga ikut bermain saat permainan itu berlangsung hingga selesai. Sampai saat permainan selesai, Aku segera berlari ke tengah ruangan dan menyalakan lilin sebagai tanda berakhirnya permainan. Kini aku hanya tersenyum jahil sambil melihat teman-temanku yang ketakutan. 

Cerpen - Ghost Four Corners

Posted by : Mochine Aika 0 Comments
5 Karakter Anime Laki-Laki yang sering diperbincangkan di Dunia Maya
Hasil gambar untuk livius i


Kali ini Mochi mau bahas tentang 5 karakter anime laki laki yang sering di perbincangkan di dunia maya. BTW, kalian tau Dunia Maya kan? Dumay gan :v ituloh Facebook,Instagram,Twitter, gojek, grab ,uber (abaikan 3 terakhir :v) DLL lah banyak pokoknya! nah langsung aja nih.


1. Naruto Uzumaki (Anime : Naruto)

Hasil gambar untuk uzumaki naruto
(gambar hanyalah pemanis :v ) *eeeeaaak

urutan pertama adalah si Naruti *eh Naruto pasti kalian gak asing kan sama si jabrik kuning dari Anime Naruto. kalo Mochi liat di Dumay bwanyak banget yang ngomongin Naru. sampe sampe di buat quote dari anime nya. jadi menurut Mochi Naru yang cocok dapet posisi pertama! ><

2. Houtarou Oreki ( Anime : Hyouka)

Hasil gambar untuk houtarou oreki

posisi kedua ditempati oleh si males-males pinter(menurut Mochi) Nah! Houtarou ini juga sering muncul di Dumay. mulai dari Namanya yang disebut Fansgirl :v sampe pict nya yang dibuat quote. gak salah kan kalo houtarou di posisi kedua. :v lagi juga Houtarou lumayan juga .. Lumayan apa? anu lah :v (?) tapi anehnya, Mochi udah nonton Hyouka berulang kali pun tetep gak ngerti jalan ceritanya :v ada yang sama kayak Mochi?


3. Dazai Osamu (anime : Bongou Stray Dogs)

Hasil gambar untuk osamu dazai anime

Ok! dah tau kan yang ketiga siapa? :v Dazai! Mochi nempatin Dazai di posisi ketiga cause, kalo Mochi liat di Dumay banyak Fansgirl yang ngomongin dia. contohnya "Kyaaa! Dazai!!" "Dazai! bla bla bla!!" avalah itu ya.. :v kalau menurut Mochi Dazai itu agak aneh *ups soalnya dia punya postur tubuh yang bisa dibilang... ehm.. kurus banget :v Anime nya juga udah terkenal '3' kalau yangbelum nonton , nonton sana! :v BSD


4. Kirigaya Kazuto/Kirito (Anime : SAO)
Hasil gambar untuk kirito

Yosh! Kirito keempat ^^ husbando Mochi ! *nosebleed* kyaaa!! Mochi girang amat :v yah gitulah saking girangnya Mochi gak bisa jelasin banyak-banyak. Kirito ini banyak juga di bincangin di Dumay. dimana ada Kirito pasti ada Asuna ! pict nya juga pernah hampir merajalela di facebook. -_- makannya Mochi tempatin di posisi 4.

5. Kuroko Tetsuya (anime : Kuroko no Basuke)

Hasil gambar untuk kuroko tetsuya

oke~ kelima, KuroChiin :v kenapa mochi tempatin Kurochiin di posisi 5? soalnya biar liat yang terakhir agak refreshing mata :v dan Mochi gak bisa bilang apa apa untuk yang kelima ini.. Kurochiin imut >< di Dumay juga dibincangin terus :v ada yang bilang Kawaii, Bla Bla gitulah :v

Nah! udah kan sampe lima ! semoga bermanfaat dari Mochi~
jika ingin, tinggalkan saran di kolom komentar :v terima kasih.

5 Karakter Anime Laki Laki yang sering di perbincangkan di dunia maya

Posted by : Mochine Aika 2 Comments
mahouka-koukou-no-rettousei-movie-hoshi-wo-yobu-shoujo-57f222cf95f60p.jpg
JudulMahouka Koukou no Rettousei Movie: Hoshi wo Yobu Shoujo
JepangๅЇๅ ด็‰ˆ ้ญ”ๆณ•็ง‘้ซ˜ๆ กใฎๅŠฃ็ญ‰็”Ÿ ๆ˜Ÿใ‚’ๅ‘ผใถๅฐ‘ๅฅณ
InggrisThe Irregular at Magic High School The Movie
LainnyaThe Irregular at Magic High School The Movie: The Girl Who Calls the Stars

TipeMovie
StatusAkan Tayang
Musim PerdanaSummer 2017
TayangJul 2017
Total Episode1
Durasi?
RatingDewasa
GenreActionMagicRomanceSchoolSci-FiSupernatural
Studio-
Lisensi-
Produser-
Websitemahouka.jp
Skor-

Sinopsis

Musim-musim berganti dan kini memasuki musim semi kedua. Dua murid bersaudara Tatsuya dan adiknya, Miyuki telah menyelesaikan tahun pertama mereka di SMA Sihir. Keduanya pun pergi ke villa meraka di kepulauan Ogasawara. Hari-hari damai meraka segera berakhir setelah bertemu gadis bernama Kokoa yang telah meninggalkan pangkalan Angkata Laut. Gadis itu mengatakan satu keinginannya pada Tatsuya...



Mahouka Koukou no Rettousei Movie: Hoshi wo Yobu Shoujo

Posted by : Mochine Aika 0 Comments

BanG Dream!

bang-dream-58163a4bcf9fcp.jpg
JudulBanG Dream!
JepangBanG Dream!(ใƒใƒณใƒ‰ใƒช!)
TipeTV
StatusAkan Tayang
Musim PerdanaWinter 2017
Tayang21 Jan 2017 - ?
Total Episode?
Durasi?
RatingRemaja
GenreMusic
StudioIssenXebec
LisensiSentai Filmworks
Produser-
Websitebang-dream.com
Skor-
Touyama Kasumi adalah gadis SMA yang baru saja menemukan hal yang mengagumkan setelah melihat sebuah gitar berbentuk bintang di sebuah pegadaian tua. Ini adalah pertama kalinya jiwanya terdorong untuk malakukan hal yang besar. Bersama dengan empat gadis lain dengan impian yang sama, mereka berencana untuk melakukan pertunjukan hebat melalui musik.

Anime Winter 2017 - BanG Dream!

Posted by : Mochine Aika 0 Comments

- Copyright © Mochine Chan - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -