sesuai kata mhanx Indra Mulyawan :v suruh Next! nah ini Ch2 dari Just Be Friend. Hope U Like it! ๐๐
“Misa!” panggil Rika pada Misa yang tengah berbinar menatap
Rei yang sedang duduk di kursinya.
“ha?” kata Misa tanpa menoleh ataupun melirik. Rika menghela
nafas panjang berharap semua siswi dikelasnya berhenti bersikap alay nan lebay
hanya karena seorang laki-laki bernama Anzella Rei. Segera Rika berdiri dan
menepuk pundak temannya lalu mencengkramnya dengan kuat. Misa terkejut kemudian
meringis sakit seraya memiringkan tubuhnya kekanan berharap Rika melepaskan
cengkramannya itu.
“ah! Sakit! Sakit!” ringis Misa sambil memberontak. Tanpa
ampun, Rika terus mencengkram bahu MIsa.
“Sakit! Ah! Lepas!” kasar Misa seraya menepis keras tangan
Rika. Tatapan Misa terlihat begitu tajam sedangkan Rika hanya menatap datar
Misa.
“dasar!” bentak Misa kemudian berlari menuju pintu kelas dan
keluar kelas begitu saja menyisakan pandangan heran para siswa dan siswi yang
menuju kearah Rika. Beberapa Siswi terlihat berbisik-bisik. Merasa mulai
jengkel dan muak, Rika duduk kembali ke kursinya kemudian menendang meja di
depannya hingga terhempas jauh. Bahkan jatuh membentur lantai.
BRAAAK!
Rika melirik kearah siswa siswi dengan tatapan tajam beraura
membunuh. Merasa ancaman mematikan dari Rika semua pun kembali seperti semula
seolah tak terjadi apa-apa. Rika mendesah kesal. Melirik kearah Rei yang tengah
memperhatikannya dengan tampang bingung.
“apa?” datar Rika pada Rei yang spontan langsung membenarkan
kacamata berframe kotak hitam miliknya.
“ah.. enggak” ucap pelan Rei.
TENG!
Selang beberapa jam,
bel istirahat berbunyi nyaring dan membuat sebagian murid berhamburan keluar
kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang mengaung lapar. Sebagian
murid lainnya, memilih untuk diam dikelas, membaca buku, mengobrol dengan
teman, memakan bekal, dan bercanda ria. Rika mengeluarkan sumpit pink miliknya
dan memakan bento buatan ibunya dengan lahap. Misa terlihat tenang membaca buku
di depan Rika. Semenjak insiden tadi pagi, Mereka hanya saling berdiaman hingga
jam istirahat ini. Manik kehijauan milik Rika mendapatkan dua siswi yang
berjalan kearanya dan duduk disampingnya.
“Hei, Rika, Boleh Kami makan bekal bersamamu?” Tanya salah
seorang gadis berkacamata dengan nada gugup. Rika menatap mereka dengan tatapan
heran. Tumben sekali baginya ada yang mengajak makan bekal bersama. Rika
menelan bentonya kemudian mengangguk.
“ya, boleh aja. Kenapa enggak?” datar Rika seraya bergeser
memberikan lapak untuk dua gadis disampingnya. Terlihat senyuman simpul dibibir
kedua gadis tadi. Melihat itu, Rika tersenyum tipis membalas senyuman mereka. Sesaat
Rika dan dua gadis itu makan bersama, mengobrol dan bercanda ria, Misa berdehem
begitu keras dan berdiri. Melihat itu, Rika mendecak.
“ck! Ngerasa keganggu nona?” ucap Rika kemudian memakan
bento nya lagi. si gadis berkacamata itu melihat Misa dan Rika secara
bergantian. Misa menghela nafasnya.
“hei-hei.. Misa, jika ingin makan bersama.. si-silahkan..
kami tidak bermaksud..—“ ucap gadis berkacamata itu terpotong oleh Misa yang memukul meja.
BAAK!
“siapa yang peduli?! Hah? Kalau mau, kalian bisa ambil Rika
ku! Because! I Don’t Care!” lantang Misa kemudian berlari lagi meninggalkan
kelas. Kedua gadis tersebut secepat kilat menoleh kearah Rika yang menghabiskan
bentonya dengan santai kemudian menutup
kotak bekalnya dan menaruhnya dikolong meja.
“kalian gak perlu khawatir. Misa emang begitu kok dari SMP.
Nanti juga balik ceria lagi. nah! Sekarang… aku mesti nyusul dia.. pasti dia
ada di atap sekolah.” Ucap Rika dengan nada malas lalu berdiri.
“hm, gitu yah? Kalo gitu, semangat Rika! Buat dia ceria
lagi!” kata gadis satunya menyemangati Rika. Rika tersenyum simpul kemudian mengacungkan
ibu jarinya pada gadis itu.
“dah..” kata Rika melambai kecil danberjalan menuju pintu
kelas.
“oy! Rika!!” panggil gadis berkacamata tadi membuat langkah
kecil Rika terhenti dan menoleh kearah gadis itu yang kini berjalan kearahnya
sambil menyerahkan sekotak bekal kecil.
“Misa pasti gak bawa bekal. Ini udah kupisahin bekalku.
Kasih dia yah” ucap gadis berkacamata itu. Dengan senyuman sambil menerima
bekal, Rika berterima kasih kemudian berlari menjumpai Misa di atap gedung
sekolah. Mengapa Rika tahu? Karena tidak ada tempat lain bagi Misa disaat
situasi begini.
……
“Misa!” panggil Rika saat menemukan Misa diatap gedung
sekolah tengah membaca buku dekat pembatas pinggir. Merasa terpanggil dengan
suara yang tak asing, Misa menutup bukunya dan diam tanpa menoleh.
“maaf yah! Aku udah berlebihan” kata Rika sambil berlari
menghampiri Misa dan memberikan bekal padanya. Misa hanya menatap polos Rika.
“maaf? Untuk apa?” ucap pelan Misa. Rika tersenyum miris,
tahu apa yang akan dikatakan Misa. Sejak SMP Misa memang seperti ini. Selalu
cepat melupakan masalah. Tanpa ba-bi-bu, Rika menarik tangan Misa dan menaruh
bekal ditangannya. Kini mata Misa terlihat berbinar ria.
“Hwahhh! Makasih!” ucap Misa dengan nada ceria seperti
biasanya. Lagi-lagi Rika tersenyum miris.
“itu bekal dari Mhyta. Nanti dikelas kamu mesti bilang
makasih sama dia.” Datar Rika sambil mengibaskan rambutnya yang agak
berantakan. Misa mengangguk semangat kemudian membuka kotak bekal kecil itu.
“Uwooh! Gile! Bekalnya Myhta ajib!! Donat cokelat!
Uohohoho!” teriak Misa norak dan berjerit alay. Rika menghela nafas lega karena
temannya sudah kembali seperti semula lagi. alay dan berisik.
.......
Kini kelas telah sepi, sesudah bel pulang berbunyi.
Keheningan menyelimuti suasana kelas 2-A. Rika yang masih diam di kelas, asik
membaca buku novelnya yang sering ia bawa kemana pun, dimanapun. Mungkin
seluruh murid disekolah ini sudah pulang. Mungkin!. Misa pun pulang duluan
karena Rika yang menyuruhnya. Inilah yang sering dilakukan Rika sepulang
sekolah. Membaca novel hingga matahari hampir terbenam sepenuhnya. Tampang Rika
sama sekali tidak menunjukan kefokusan. Ia masih terpikir pekataan Misa saat
jam istirahat di atap sekolah.
‘uhm! Aku suka sama dia! banget! Rei emang yang terbaik!’
Rika menghela nafas kemudian menunduk dan menyeringai. Benar
apa yang Rika pikirkan mengenai Misa. Merasa tidak nafsu membaca novel, Rika
memutuskan untuk pulang. Waktu menunjukan pukul 16.53 a.m.
“haaah… Misa, ada ada aja deh” kata Rika pelan entah pada
siapa sambil memasukan novelnya kedalam tas. Sesaat berdiri dan hendak berjalan
menuju pintu kelas, Rika dikejutkan oleh seorang laki-laki yang tiba-tiba masuk
kekelasnya tanpa permisi ataupun gaya sopan lainnya. Ia mendobrak pintu kelas,
masuk secepat kilat, menutup pintu secara kasar dan bersandar didinding sambil
memejamkan matanya. Serasa melihat berandalan pasar, Rika terbelalak seketika
melihat gaya laki-laki didepannya. Bahkan bagi Rika laki-laki ini sangat tidak
asing. Namun, penampilannya berbeda 180 derajat dari biasanya.
“Rei!”kaget Rika sambil menyebut nama Laki-laki itu yang
ternyata adalah Rei. Ketua kelasnya. Rei membuka pandangannya dan terbelalak
juga melihat Rika didepannya. Rei pikir tidak akan ada siapa pun lagi
dikelasnya karena sekarang sudah lewat jam pulang. Rei meneguk liurnya sadar
bahwa penampilannya saat ini amat buruk untuk dilihat orang lain. Bahkan
reputasinya bisa turun.
“Ri-Rika!” gagap Rei seraya menunjuk Rika.
To Be Continued
tunggu kelanjutannya yah :v
salam Mochine Kawaii :v pret
๐
๐
Cerbung - Just Be Friend Ch2
Just Be
Friend
‘Berteman saja! Ya berteman! Walau menyakitkan! Berteman
saja!’
Pagi cerah telah tiba disambut oleh kesibukan orang-orang
biasanya. Suasana kota sedikit demi sedikit menjadi ramai dan padat orang serta
kendaraan. Rika, gadis berumur 16 tahunan tengah berjalan santai di trotoar
jalan sambil memakan roti berselai cokelat. Sesekali ia harus menghindari
tabrakan kecil yang dilakukan oleh beberapa orang yang terlihat terburu-buru.
Pandangannya begitu sayu. Manik kehijauan miliknya terus memandang kearah
depan. Fokus.
“Andai saja aku tidak ceroboh, pasti aku tidak akan salah
membaca jam tadi” gumamnya pelan sambil mengambil sebotol air mineral dari tas
sekolahnya. Ia teguk air itu hingga menyisakan setengah botol. Ya, kini Rika
tengah berjalan menuju sekolah. Langkah kecilnya seketika berhenti ketika
melihat sesuatu yang tak asing baginya. Surai pirang sebahu dan tas merah
dengan garis hitam. Rika menghela nafas malas tahu bahwa itu adalah teman
sekelasnya sekaligus temannya sejak menduduki bangku SMP. Dengan langkah yang
ogah-ogahan Rika menyusul si surai pirang itu.
“Misa” ucap Rika sambil menepuk bahu si pirang yang ternyata
bernama Misa. Misa sama sekali tidak menoleh ataupun merespon ucapan Rika.
Merasa terabaikan, Rika mengerucutkan bibirnya kemudian melihat kearah wajah
Misa. Raut Rika kini menampakan kebingungan. Ekspresi Misa sama sekali tidak
menampakan keceriaan seperti hari-hari biasanya. Misa tampak muram dengan
tatapan kosongnya. Manik kecoklatannya terlihat redup bagaikan lampu yang akan
mati. Expired.
“Rika…” panggil pelan Misa sambil menoleh kearah Rika dengan
tatapan menyedihkan. Rika hanya menaikan sebelah alisnya dengan arti ‘ada
apa?’. Misa menunduk lalu menghentikan langkahnya.
“Aku harus apa…. Aku.. Aku.. jatuh cinta!”
Serasa mendengar kutukan maut, telinga Rika serasa sakit
mendengar perkataan Misa yang meninggi seketika. Diusapnya pelan daun telinga
miliknya kemudian menatap Misa tak percaya. Mana mungkin seorang Misa yang
ceria,tomboy,benci pada laki-laki bisa jatuh cinta? Apa jangan-jangan Misa tak
normal?. Dengan segera Rika menggeleng cepat menghilangkan semua pikiran
buruknya.
“jatuh cinta?! Yang benar saja! Dengan siapa?” sembur Rika
pada Misa yang kembali berjalan. Misa menoleh kearah lain berusaha
menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah. Merasa dibuat heran dan penasaran
Rika terus memerhatikan Misa hingga tidak sadar kalau di depannya ada tiang
listrik.
BRUUK!
Dengan sekali tercium oleh tiang listrik, Rika jatuh
terduduk sambil mengelus tulang pipi kanannya dan mengaduh kesakitan. Tanpa
mempedulikan pandangan orang lain yang mulai mengarah kepada dua sejoli ini.
“siapa yang menaruh tiang listrik disini hah?!” kesal Rika
sambil berdiri dan melihat kanan dan kiri. Dengan bodohnya ia melontarkan
pertanyaan itu membuat setiap orang yang mendengar menatapnya dengan tatapan
konyol. Melihat kekonyolan temannya, Misa pun segera berbisik pada Rika.
“kau bodoh? Tiang ini memang ada disini sejak lama. Dan
lihat! Kau jadi pusat perhatian tau!” bisik Misa sambil menjitak Rika diakhir
katanya. Rika meringis sakit dan beralih mengelus kepalanya sambil melihat
sekitar. Merasa malu jadi pusat perhatian, Rika segera berjalan cepat
meninggalkan tempat itu dengan menarik tangan Misa.
“Hwahh! Malunya aku saat dijalan tadi” ucap Rika sambil
mendudukkan dirinya dikursi kelasnya secara kasar. Misa menaruh tas merahnya
diatas meja yang berada didepan Rika. Melihat temannya yang memasang tampang
konyol dengan sedikit rona merah dipipi. Misa pikir Rika akan masa bodo pada
kejadian tadi. Yang Misa kenal Rika adalah orang yang tidak peduli pada apapun
kecuali cerita horror dan sadistic.
“kamu sih..-“ ucap Misa terpotong tiba-tiba oleh jejeritan para
siswi yang bergerombol didepan pintu masuk kelas. Misa tahu penyebab dari
jejeritan alay para siswi tersebut yaitu karena si 2-A Prince. Seketika Misa
langsung membereskan rambutnya yang mungkin berantakan menurutnya. Melihat itu,
Rika menghela nafas malas. Rika juga tau mengenai penyebab jeritan alay siswi
kelas 2-A tapi, Rika sama sekali tidak peduli dengan apa yang dinamakan 2-A
prince. Menurutnya itu hanya julukan keberuntungan yang didapat oleh siswa
bernama Rei. Memang, Rika akui dia lebih unggul dibandingkan siswa lain di
kelas 2-A, kelas dimana Rika selalu menuntut ilmu secara normal. Rei sangat
unggul dalam Rank kelas, olahraga dan lainnya. Bahkan hampir semuanya. Dan
parasnya juga tampan. Semua itu menjadikan Rika nomor dua dikelasnya dan
mendapat julukan Princess Ice. Rika yang selalu cuek,bersikap dingin,jenius dan
hampir sama dengan Rei namun ketertutupan Rika yang menjadikannya nomor dua.
Rika menatap malas pintu kelas dan Misa didepannya secara
bergantian. Rika sadar bahwa seharusnya Misa menjadi salah satu diantara
gerombolan siswi yang menjerit alay itu. Walau Misa sangat membenci laki-laki,
Misa sama sekali tidak membenci Rei dan pernah bilang bahwa ia sangat
mengaguminya dan rela melakukan apa saja demi Rei. Hei! Tunggu! Apa saja?
Jangan-jangan…
TO BE CONTINUED!
Cerbung - Just Be Friend
Genre : hurt(?)
Suatu pagi disebuah
rumah, terlihat seorang gadis bersurai cokelat tengah duduk di sebuah kursi
dekat jendela yang terbuka.
“Cahaya matahari
pagi itu indah sekali”. Katanya sambil memandang keluar jendela.
“Hei! Kau tidak
bosan hah?, setiap pagi kau terus memandangi matahari itu!” celoteh sang kakak
dari gadis tadi sambil menyisir rambutnya.
“Tidak Ami-neeChan”
geleng sang adik sambil tersenyum.
“Hufffth, yasudah.
Aku ingin kerumah sakit dulu ya. Jika kau merasa tidak enak sendirian dirumah,
jalan-jalan saja dengan temanmu si Yuika itu. Atau jika kau lapar, pergi saja
ke kedai Ramen” Kata Kakaknya yang bernama Ami itu. Sang adik pun mengangguk.
“oke! Dadah Namika…”
kata Ami lalu pergi meninggalkan Namika sang adik dirumah sendirian.
“Huffth! Kenapa
Ami-neeChan selalu meninggalkanku? Padahal, aku tahu kalau hari ini dia libur
dari tugas rumah sakitnya. Bilang saja jika dia mau pergi kerumah Kyouya-nii!
Huh” Namika cemberut sambil berceloteh tentang kakaknya itu. Saat Namika sedang
berceloteh tidak jelas, pintu rumahnya terbuka dan menampakkan seorang
laki-laki bersurai cokelat gelap. Melihat itu, raut wajah Namika yang cemberut
langsung berubah drastic menjadi sangat ceria.
“Akito-nii!!!” jerit
riang Namika berdiri lalu berlari kearah laki-laki itu kemudian memeluknya.
Akito adalah kakak laki-laki Namika yang sangat tegas dan baik hati.
“Wah, sepertinya kau
rindu sekali denganku”. Ucap Akito sambil membalas pelukan adiknya lalu
mengelus kepala Namika dengan sangat lembut.
“Tentu saja!
Akito-nii sudah pergi selama 8 bulan tahu!” kata Namika.
“Selama itu kah?
Hehehe, maaf yah” Kata Akito dengan cengiran khasnya. Akito memang tegas, namun
tidak pada adiknya yang satu ini. Karena Akito tahu bahwa Namika adalah anak
yang sangat rajin.
“Akito-nii! Apa kau
bawa pesananku 8 bulan yang lalu?!” kata Namika sambil melepas pelukannya lalu
menadah tangannya seperti gaya kakak kelas yang sering memalak adik kelasnya.
Akito tersenyum.
“Tentu saja, Dango
yang manis kesukaan Nami” Kata Akito tersenyum lembut sambil mengeluarkan
sebuah kotak yang berisi kue manis dari jepang. Dango.
“Assssiiikkk!!
Terima kasih! Sayang… Akito-nii!” girang Namika sambil menyambar kotak yang
bahkan belum Akito ulurkan padanya lalu ia buka kotak tersebut dan melahap satu
persatu isinya. Melihat itu, Akito hanya bisa tersenyum.
“oh iya, dimana
Ami?” Tanya Akito beberapa menit kemudian saat mereka tengah duduk di sofa
ruang tamu.
“Uhm, Akito-nii
tahulah. Seperti biasa” jawab Namika sibuk memakan kue dangonya. Akito menghela
nafas panjang.
“haaah, dia itu.”
.
.
.
“Sudah sore, aku mau
mandi ah” ucap Namika yang sedang sibuk membenahi laptopnya.
“HEI NAMIKA!! KAU
TARUH DIMANA SEPATUKU?!!” teriak Akito dari ruang depan dimana pintu keluar
rumah berada. NAmika hanya terkekeh karena tadi siang ia menyembunyika sepatu
kakaknya. Akito pun memasuki kamar NAmika.
“Namika, katakana
padaku. Dimana sepatuku hah?” kata Akito sambil terengah-engah.
“Kusembunyikan!”
iseng Namika. Akito pun menyeringai.
“Disembunyikan yah”
Kata Akito lalu bergegas mencari sepatunya itu dikamar Namika yang serba pink
itu. Siapa tahu Namika menyembunyikan sepatu Akito dikamarnya.
“Kau tak akan
menemukannya Akito-nii” ledek Namika.
“oh ya? Mari kita
buktikan” kata Akito tak mau kalah.
.
.
.
.
Sudah 40 menit Akito
mencari sepatunya di rumah. Tapi tak kunjung menemukannya.
“aaah, ini sepatumu
Akito-nii.” Kata Namika mulai bosan dan mengantuk karena memperhatikan Akito
yang hanya bolak-balik dari ruangan 1 keruangan lainnya.
“huffth…” hela nafas
Akito.
“Aku pulang!”
terdengar suara Ami dari pintu depan rumah.
“Ami-neeChan!” seru
Namika.
.
.
.
(keesokan harinya)
Seperti biasa, Ami
kakak Namika pergi pagi pulang sore. Kali ini Namika sendiri karena Akito
sedang pergi bersama teman-teman lamanya. Sebenarnya Namika di ajak oleh Akito
namun Namika menolak karena takut merepotkan kakaknya. Namika pun merasa sangat
bosan lalu ia memutuskan untuk jalan-jalan pagi.
“sejuknya” gumam
Namika berada diatas bukit yang tidak jauh dari rumahnya.
“Namika!” panggil
seorang gadis. Namika pun menoleh dan terlihatlah seorang gadis bersurai indigo
sepinggul berlari mendekatinya.
“Ah! Yuika!” kata
Namika menyapa temannya yang bernama Yuika.
“hei, sedang apa kau
disini sendirian?” Tanya Yuika saat sudah didekat Namika. Namika tersenyum
simpul.
“jalan-jalan!
Hitung-hitung bisa melihat cahaya matahari pagi dengan jelas” ceria Namika.
“oh, begitu ya.
Kalau begitu, aku pergi dulu. Akira-nee pasti menungguku” kata Yuika berpamitan
pada Namika lalu berjalan pergi.
“oke, .. Eh! Yuika! Tunggu!”
kata Namika membuat langkah kecil Yuika berhenti.
“uhm.. ada apa?”
Tanya Yuika menoleh kebelakang.
“Anoo, Terima kasih
sudah menjadi sahabatku!” kata Namika dengan semangat. Yuika memasang raut
bingung.
“eh? Ada apa
denganmu?” bingung Yuika. Namika menaikan kedua bahunya.
“entah! Tapi aku
hanya ingin mengatakan ini saja. Hahaha.. oh iya, jika aku tidak bisa melihatmu
lagi.. aku minta maaf ya?!” ucap Namika yang membuat Yuika semakin bingung.
Namun Yuika hanya mengiyakan ucapan Namika dengan satu anggukan. Tiba-tiba
seorang gadis bersurai indigo sebahu datang. Kakak Yuika.
“Yui, ayo.” Ucapnya
lemah lembut. Yuika langsung membungkuk pamit ke Namika lalu berjalan kearah
kakaknya.
Namika kini sendiri
lagi. ia berjalan di bukit sambil memandangi matahari pagi dengan seksama.
Tanpa ia sadari, ada sebuah batu kecil yang membuat dirinya terpeleset jatuh
menggelinding ke bawah bukit. Terbentur batu, tertusuk ranting pohon dan
tergores rumput liar yang kasar. Namika menjerit sekeras mungkin. Yuika dan
kakaknya yang masih belum jauh dari situ langsung menghampiri suara Namika.
.
.
.
(hospital)
Namika belum juga
sadarkan diri setelah ia dibawa kerumah sakit oleh ambulance yang dipanggil
oleh Yuika. Namika mengalami pendarahan kepala dan mata yang hebat hingga ia
tak sadarkan diri begitu lama.
“Namika, sadarlah.”
Ucap Akito yang beberapa menit lalu datang setelah di telfon oleh Akira, kakak
Yuika sekaligus teman dari Akito.
Beberapa menit
kemudian,Namika sadarkan diri. Ia menringis perih sambil memegangi kepalanya
yang diperban.
“hey, kenapa mataku
diperban?” ucap Namika dengan suara yang serak.
“Akito-nii!
Ami-nee!” panggil Namika dengan nada yang agak meninggi.
“Kami disini,
Namika. Kau jangan banyak bergerak” Kata Ami sambil melepas perban di mata
Namika.
“Akhirnya aku bisa
melihat semuanya” ucap Namika senang. Namun, mata emeraldnya tak melihat
apa-apa. Hanya kegelapan.
“H..Hey! j..jangan
matikan lampunya..” ucap Namika bingung. Yang lainnya hanya terdiam dengan
wajah sedih. Bahkan Yuika sampai menangis.
“ja..jangan
bercanda! Aku tidak suka” ucap Namika lagi sambil meraba udara.
“Nami.. “ gumam
pelan Akira.
“Namika, m..maaf.
kau.. tidak bisa..” ucap ragu Ami sambil memegang bahu adiknya.
“Ha? Tidak bisa
apa?” Tanya Namika.
“tidak bisa..
melihat lagi” sambung Ami dengan air mata yang mengalir. Bagaikan di sambar
petir, hati Namika sakit setelah mendengar perkataan kakaknya. Akito memeluk
Namika bermaksud untuk menenangkannya. Suara isakan tangis dari Namika
terdengar sangat menyedihkan.
“tidak.. ini..
bohong.. hiks hiks aku tidak mau begini..” ucap Namika disela tangisnya.
“Maaf, tapi ini
sudah terjadi” ucap pelan Akito di dekat telinga Namika. Mendengar itu, isakan
Namika makin bertambah.
“jadi.. hiks yang
tadi pagi itu.. hiks hiks.. cahaya matahari terakhirku..” kata Namika serak
sambil menangis.
Owari!
(ahh, ga je ya? Hehehe maafkan Mochi :* kalau
ada kritik dan saran harap tinggalkan komen ^^)
Fanfiction - Last Sunlight
Genre : Horror(?)Comedy(?)
Pada suatu hari,
Aku dan ke empat Temanku sedang berbaring di lantai kamarku. Selesai
mengerjakan tugas bersama kami bingung ingin melakukan apa lagi. karena merasa
sangat bosan, salah satu temanku memulai pembicaraan. Temanku bilang ia ingin
bercerita. Sontak Aku dan ke tiga temanku lainnya langsung duduk dan
mempersilahkan salah satu temanku itu untuk bercerita. Sebut saja temanku yang
ingin bercerita itu namanya Atika. Atika pun mengubah posisinya menjadi duduk
tegap menghadap Aku dan ke tiga temanku yang bernama Putri,Reni dan Kinanti.
Atika bercerita bahwa pada zaman dahulu ada lima orang pemuda yang sedang
mendaki gunung es. Namun karena suhu di gunung es itu sangat dingin, salah satu
dari lima pemuda tadi tidak kuat menahan dingin dan akhirnya meninggal karena
kedinginan. Sisa empat pemuda yang masih bertahan di gunung es tersebut. Namun,
mereka bingung harus di apakan jasad teman mereka itu. Mereka berpikir bahwa
jika menguburnya, mereka tidak akan sanggup menggali di es. Pada hari itu juga
mereka menemukan sebuah kuil tua yang terletak di pedalaman gunung es tersebut.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk meletakan jasad temannya di dalam kuil
tersebut. Saat mereka meletakan jasad temannya di tengah ruangan kuil,salah
satu dari mereka memberi usulan untuk mengitari jasad temannya dari sudut
ruangan tersebut agar arwah temannya tenang. Yang lainnya pun setuju, pada saat
itu juga Ke empat pemuda itu masing-masing sudah berdiri di sudut ruangan kuil.
Lalu, mereka mengitari jasad temannya sebanyak tiga kali dengan cara berjalan
dari sudut ke sudut lainnya lalu menepuk bahu teman masing-masing.
Selesai Atika
bercerita, Aku langsung mempunyai ide untuk menjahili temanku sekaligus bisa
bermain dengan mereka. “Hei, bagaimana jika kita bermain sebuah permainan?
Namanya Hantu 4 sudut! Cara bermainnya sama seperti dalam ceritannya Atika. Aku
berperan menjadi mayat saja. Nah,kalian berempat mengitari aku sebanyak tiga
kali sambil berjalan dan menepuk bahu orang selanjutnya! Bagaimana?” Kataku
pada mereka. Kulihat ekspresi mereka yang berbeda-beda. Mulai dari Putri yang
berpikir dengan pose tangan di dagu, Atika yang bingung sambil memanyunkan
bibirnya serta Reni dan Kinanti yang main lirik-lirikan. Beberapa saat kemudian
mereka berempat mengangguk setuju. Terbentuklah senyum simpul dari bibirku.
“Baiklah! Nanti malam kalian kumpul di depan rumah kosong dekat kedai es krim
yah!” seru ku. Ke empat temanku secara bersamaan mengatakan “Ya!”
Pada malam
harinya, kami berlima sudah berkumpul di depan rumah kosong dekat kedai es
krim. Aku membawa satu lilin sebagai satu-satunya alat penerangan kami nanti.
Aku pun menjelaskan kepada teman-temanku bahwa saat bermain tidak boleh ada
yang mengeluarkan suara sedikit pun dan tidak ada penerangan apa pun saat
permainan berlangsung. Sontak mereka memasang raut takut. “Eh! Pasti suasananya
serem nih” kata Reni sambil memeluk Kinanti. Kinanti pun mengangguk setuju. Aku
menenangkan mereka dan mengatakan bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Tak lama
mereka pun tenang dan bersedia mengikuti permainanku. Kami berlima pun langsung
masuk kedalam rumah kosong tersebut dengan penerangan lilin. Saat sudah siap
memulai permainan, kami mengambil posisi masing-masing. Aku ditengah
ruangan,Atika di sudut satu,Putri sudut dua,Reni sudut tiga dan Kinanti di
sudut empat. Aku mematikan cahaya lilin dengan meniup apinya. Permainan pun
dimulai. Atika berjalan ke sudut Putri lalu menepuk bahunya, Putri langsung
berjalan kesudut Kinanti dan menepuk bahunya sampai seterusnya.
Beberapa menit
sudah berlalu. Kami pun sudah menyelesaikan permainan. Aku menyalakan lilin
lagi dengan korek api batangan. Kulihat raut ke empat teman ku yang merasa lega
dengan berakhirnya permainan ini. Kami pun pergi dari rumah kosong itu menuju
rumahku untuk berkumpul. Saat dikamarku, Kami semua berbaring di lantai. Dan
berbincang asik tentang permainan tadi. Tak lama kemudian, Putri langsung memukul
pelan lantai dan mengatakan bahwa ada yang janggal dalam permainan tadi. Putri
menjelaskan bahwa jika dia menepuk bahu Reni lalu Reni menepuk bahu Kinanti dan
Kinanti berjalan kesudut satu yang telah kosong. Lalu bahu siapa yang Kinanti
tepuk? Dan siapa yang menepuk bahu Atika selama permainan berlanjut?. Sontak
Atika dan Kinanti langsung pucat. Mereka berdua langsung menggenggam tangan
satu sama lain. Kulihat Reni dan Putri juga mulai ketakutan. Aku hanya
tersenyum jahil saja. Aku diam sambil mengingat kejadian yang sebenarnya. Saat
Kinanti berjalan, Aku sudah ada di sudut satu sejak Atika berpindah sudut.
Kinanti menepuk bahuku lalu aku berjalan dan menepuk bahu Atika. Intinya, aku
juga ikut bermain saat permainan itu berlangsung hingga selesai. Sampai saat
permainan selesai, Aku segera berlari ke tengah ruangan dan menyalakan lilin
sebagai tanda berakhirnya permainan. Kini aku hanya tersenyum jahil sambil
melihat teman-temanku yang ketakutan.
Cerpen - Ghost Four Corners
5 Karakter Anime Laki-Laki yang sering diperbincangkan di Dunia Maya

Kali ini Mochi mau bahas tentang 5 karakter anime laki laki yang sering di perbincangkan di dunia maya. BTW, kalian tau Dunia Maya kan? Dumay gan :v ituloh Facebook,Instagram,Twitter, gojek, grab ,uber (abaikan 3 terakhir :v) DLL lah banyak pokoknya! nah langsung aja nih.
1. Naruto Uzumaki (Anime : Naruto)

(gambar hanyalah pemanis :v ) *eeeeaaak
urutan pertama adalah si Naruti *eh Naruto pasti kalian gak asing kan sama si jabrik kuning dari Anime Naruto. kalo Mochi liat di Dumay bwanyak banget yang ngomongin Naru. sampe sampe di buat quote dari anime nya. jadi menurut Mochi Naru yang cocok dapet posisi pertama! ><
2. Houtarou Oreki ( Anime : Hyouka)

posisi kedua ditempati oleh si males-males pinter(menurut Mochi) Nah! Houtarou ini juga sering muncul di Dumay. mulai dari Namanya yang disebut Fansgirl :v sampe pict nya yang dibuat quote. gak salah kan kalo houtarou di posisi kedua. :v lagi juga Houtarou lumayan juga .. Lumayan apa? anu lah :v (?) tapi anehnya, Mochi udah nonton Hyouka berulang kali pun tetep gak ngerti jalan ceritanya :v ada yang sama kayak Mochi?
3. Dazai Osamu (anime : Bongou Stray Dogs)

Ok! dah tau kan yang ketiga siapa? :v Dazai! Mochi nempatin Dazai di posisi ketiga cause, kalo Mochi liat di Dumay banyak Fansgirl yang ngomongin dia. contohnya "Kyaaa! Dazai!!" "Dazai! bla bla bla!!" avalah itu ya.. :v kalau menurut Mochi Dazai itu agak aneh *ups soalnya dia punya postur tubuh yang bisa dibilang... ehm.. kurus banget :v Anime nya juga udah terkenal '3' kalau yangbelum nonton , nonton sana! :v BSD
4. Kirigaya Kazuto/Kirito (Anime : SAO)

Yosh! Kirito keempat ^^ husbando Mochi ! *nosebleed* kyaaa!! Mochi girang amat :v yah gitulah saking girangnya Mochi gak bisa jelasin banyak-banyak. Kirito ini banyak juga di bincangin di Dumay. dimana ada Kirito pasti ada Asuna ! pict nya juga pernah hampir merajalela di facebook. -_- makannya Mochi tempatin di posisi 4.
5. Kuroko Tetsuya (anime : Kuroko no Basuke)

oke~ kelima, KuroChiin :v kenapa mochi tempatin Kurochiin di posisi 5? soalnya biar liat yang terakhir agak refreshing mata :v dan Mochi gak bisa bilang apa apa untuk yang kelima ini.. Kurochiin imut >< di Dumay juga dibincangin terus :v ada yang bilang Kawaii, Bla Bla gitulah :v
Nah! udah kan sampe lima ! semoga bermanfaat dari Mochi~
jika ingin, tinggalkan saran di kolom komentar :v terima kasih.

Kali ini Mochi mau bahas tentang 5 karakter anime laki laki yang sering di perbincangkan di dunia maya. BTW, kalian tau Dunia Maya kan? Dumay gan :v ituloh Facebook,Instagram,Twitter, gojek, grab ,uber (abaikan 3 terakhir :v) DLL lah banyak pokoknya! nah langsung aja nih.
1. Naruto Uzumaki (Anime : Naruto)

(gambar hanyalah pemanis :v ) *eeeeaaak
urutan pertama adalah si Naruti *eh Naruto pasti kalian gak asing kan sama si jabrik kuning dari Anime Naruto. kalo Mochi liat di Dumay bwanyak banget yang ngomongin Naru. sampe sampe di buat quote dari anime nya. jadi menurut Mochi Naru yang cocok dapet posisi pertama! ><
2. Houtarou Oreki ( Anime : Hyouka)
posisi kedua ditempati oleh si males-males pinter(menurut Mochi) Nah! Houtarou ini juga sering muncul di Dumay. mulai dari Namanya yang disebut Fansgirl :v sampe pict nya yang dibuat quote. gak salah kan kalo houtarou di posisi kedua. :v lagi juga Houtarou lumayan juga .. Lumayan apa? anu lah :v (?) tapi anehnya, Mochi udah nonton Hyouka berulang kali pun tetep gak ngerti jalan ceritanya :v ada yang sama kayak Mochi?
3. Dazai Osamu (anime : Bongou Stray Dogs)

Ok! dah tau kan yang ketiga siapa? :v Dazai! Mochi nempatin Dazai di posisi ketiga cause, kalo Mochi liat di Dumay banyak Fansgirl yang ngomongin dia. contohnya "Kyaaa! Dazai!!" "Dazai! bla bla bla!!" avalah itu ya.. :v kalau menurut Mochi Dazai itu agak aneh *ups soalnya dia punya postur tubuh yang bisa dibilang... ehm.. kurus banget :v Anime nya juga udah terkenal '3' kalau yangbelum nonton , nonton sana! :v BSD
4. Kirigaya Kazuto/Kirito (Anime : SAO)

Yosh! Kirito keempat ^^ husbando Mochi ! *nosebleed* kyaaa!! Mochi girang amat :v yah gitulah saking girangnya Mochi gak bisa jelasin banyak-banyak. Kirito ini banyak juga di bincangin di Dumay. dimana ada Kirito pasti ada Asuna ! pict nya juga pernah hampir merajalela di facebook. -_- makannya Mochi tempatin di posisi 4.
5. Kuroko Tetsuya (anime : Kuroko no Basuke)

oke~ kelima, KuroChiin :v kenapa mochi tempatin Kurochiin di posisi 5? soalnya biar liat yang terakhir agak refreshing mata :v dan Mochi gak bisa bilang apa apa untuk yang kelima ini.. Kurochiin imut >< di Dumay juga dibincangin terus :v ada yang bilang Kawaii, Bla Bla gitulah :v
Nah! udah kan sampe lima ! semoga bermanfaat dari Mochi~
jika ingin, tinggalkan saran di kolom komentar :v terima kasih.
5 Karakter Anime Laki Laki yang sering di perbincangkan di dunia maya

| Judul | Mahouka Koukou no Rettousei Movie: Hoshi wo Yobu Shoujo |
| Jepang | ๅๅ ด็ ้ญๆณ็ง้ซๆ กใฎๅฃ็ญ็ ๆใๅผใถๅฐๅฅณ |
| Inggris | The Irregular at Magic High School The Movie |
| Lainnya | The Irregular at Magic High School The Movie: The Girl Who Calls the Stars |
| Tipe | Movie |
| Status | Akan Tayang |
| Musim Perdana | Summer 2017 |
| Tayang | Jul 2017 |
| Total Episode | 1 |
| Durasi | ? |
| Rating | Dewasa |
| Genre | Action, Magic, Romance, School, Sci-Fi, Supernatural |
| Studio | - |
| Lisensi | - |
| Produser | - |
| Website | mahouka.jp |
| Skor | - |
Sinopsis
Musim-musim berganti dan kini memasuki musim semi kedua. Dua murid bersaudara Tatsuya dan adiknya, Miyuki telah menyelesaikan tahun pertama mereka di SMA Sihir. Keduanya pun pergi ke villa meraka di kepulauan Ogasawara. Hari-hari damai meraka segera berakhir setelah bertemu gadis bernama Kokoa yang telah meninggalkan pangkalan Angkata Laut. Gadis itu mengatakan satu keinginannya pada Tatsuya...
Mahouka Koukou no Rettousei Movie: Hoshi wo Yobu Shoujo
BanG Dream!

| Judul | BanG Dream! |
| Jepang | BanG Dream!(ใใณใใช!) |
| Tipe | TV |
| Status | Akan Tayang |
| Musim Perdana | Winter 2017 |
| Tayang | 21 Jan 2017 - ? |
| Total Episode | ? |
| Durasi | ? |
| Rating | Remaja |
| Genre | Music |
| Studio | Issen, Xebec |
| Lisensi | Sentai Filmworks |
| Produser | - |
| Website | bang-dream.com |
| Skor | - |
- Sinopsis
Touyama Kasumi adalah gadis SMA yang baru saja menemukan hal yang mengagumkan setelah melihat sebuah gitar berbentuk bintang di sebuah pegadaian tua. Ini adalah pertama kalinya jiwanya terdorong untuk malakukan hal yang besar. Bersama dengan empat gadis lain dengan impian yang sama, mereka berencana untuk melakukan pertunjukan hebat melalui musik.

