Posted by : Mochine Aika
Saturday, 4 March 2017
sesuai kata mhanx Indra Mulyawan :v suruh Next! nah ini Ch2 dari Just Be Friend. Hope U Like it! 💋👍
“Misa!” panggil Rika pada Misa yang tengah berbinar menatap
Rei yang sedang duduk di kursinya.
“ha?” kata Misa tanpa menoleh ataupun melirik. Rika menghela
nafas panjang berharap semua siswi dikelasnya berhenti bersikap alay nan lebay
hanya karena seorang laki-laki bernama Anzella Rei. Segera Rika berdiri dan
menepuk pundak temannya lalu mencengkramnya dengan kuat. Misa terkejut kemudian
meringis sakit seraya memiringkan tubuhnya kekanan berharap Rika melepaskan
cengkramannya itu.
“ah! Sakit! Sakit!” ringis Misa sambil memberontak. Tanpa
ampun, Rika terus mencengkram bahu MIsa.
“Sakit! Ah! Lepas!” kasar Misa seraya menepis keras tangan
Rika. Tatapan Misa terlihat begitu tajam sedangkan Rika hanya menatap datar
Misa.
“dasar!” bentak Misa kemudian berlari menuju pintu kelas dan
keluar kelas begitu saja menyisakan pandangan heran para siswa dan siswi yang
menuju kearah Rika. Beberapa Siswi terlihat berbisik-bisik. Merasa mulai
jengkel dan muak, Rika duduk kembali ke kursinya kemudian menendang meja di
depannya hingga terhempas jauh. Bahkan jatuh membentur lantai.
BRAAAK!
Rika melirik kearah siswa siswi dengan tatapan tajam beraura
membunuh. Merasa ancaman mematikan dari Rika semua pun kembali seperti semula
seolah tak terjadi apa-apa. Rika mendesah kesal. Melirik kearah Rei yang tengah
memperhatikannya dengan tampang bingung.
“apa?” datar Rika pada Rei yang spontan langsung membenarkan
kacamata berframe kotak hitam miliknya.
“ah.. enggak” ucap pelan Rei.
TENG!
Selang beberapa jam,
bel istirahat berbunyi nyaring dan membuat sebagian murid berhamburan keluar
kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang mengaung lapar. Sebagian
murid lainnya, memilih untuk diam dikelas, membaca buku, mengobrol dengan
teman, memakan bekal, dan bercanda ria. Rika mengeluarkan sumpit pink miliknya
dan memakan bento buatan ibunya dengan lahap. Misa terlihat tenang membaca buku
di depan Rika. Semenjak insiden tadi pagi, Mereka hanya saling berdiaman hingga
jam istirahat ini. Manik kehijauan milik Rika mendapatkan dua siswi yang
berjalan kearanya dan duduk disampingnya.
“Hei, Rika, Boleh Kami makan bekal bersamamu?” Tanya salah
seorang gadis berkacamata dengan nada gugup. Rika menatap mereka dengan tatapan
heran. Tumben sekali baginya ada yang mengajak makan bekal bersama. Rika
menelan bentonya kemudian mengangguk.
“ya, boleh aja. Kenapa enggak?” datar Rika seraya bergeser
memberikan lapak untuk dua gadis disampingnya. Terlihat senyuman simpul dibibir
kedua gadis tadi. Melihat itu, Rika tersenyum tipis membalas senyuman mereka. Sesaat
Rika dan dua gadis itu makan bersama, mengobrol dan bercanda ria, Misa berdehem
begitu keras dan berdiri. Melihat itu, Rika mendecak.
“ck! Ngerasa keganggu nona?” ucap Rika kemudian memakan
bento nya lagi. si gadis berkacamata itu melihat Misa dan Rika secara
bergantian. Misa menghela nafasnya.
“hei-hei.. Misa, jika ingin makan bersama.. si-silahkan..
kami tidak bermaksud..—“ ucap gadis berkacamata itu terpotong oleh Misa yang memukul meja.
BAAK!
“siapa yang peduli?! Hah? Kalau mau, kalian bisa ambil Rika
ku! Because! I Don’t Care!” lantang Misa kemudian berlari lagi meninggalkan
kelas. Kedua gadis tersebut secepat kilat menoleh kearah Rika yang menghabiskan
bentonya dengan santai kemudian menutup
kotak bekalnya dan menaruhnya dikolong meja.
“kalian gak perlu khawatir. Misa emang begitu kok dari SMP.
Nanti juga balik ceria lagi. nah! Sekarang… aku mesti nyusul dia.. pasti dia
ada di atap sekolah.” Ucap Rika dengan nada malas lalu berdiri.
“hm, gitu yah? Kalo gitu, semangat Rika! Buat dia ceria
lagi!” kata gadis satunya menyemangati Rika. Rika tersenyum simpul kemudian mengacungkan
ibu jarinya pada gadis itu.
“dah..” kata Rika melambai kecil danberjalan menuju pintu
kelas.
“oy! Rika!!” panggil gadis berkacamata tadi membuat langkah
kecil Rika terhenti dan menoleh kearah gadis itu yang kini berjalan kearahnya
sambil menyerahkan sekotak bekal kecil.
“Misa pasti gak bawa bekal. Ini udah kupisahin bekalku.
Kasih dia yah” ucap gadis berkacamata itu. Dengan senyuman sambil menerima
bekal, Rika berterima kasih kemudian berlari menjumpai Misa di atap gedung
sekolah. Mengapa Rika tahu? Karena tidak ada tempat lain bagi Misa disaat
situasi begini.
……
“Misa!” panggil Rika saat menemukan Misa diatap gedung
sekolah tengah membaca buku dekat pembatas pinggir. Merasa terpanggil dengan
suara yang tak asing, Misa menutup bukunya dan diam tanpa menoleh.
“maaf yah! Aku udah berlebihan” kata Rika sambil berlari
menghampiri Misa dan memberikan bekal padanya. Misa hanya menatap polos Rika.
“maaf? Untuk apa?” ucap pelan Misa. Rika tersenyum miris,
tahu apa yang akan dikatakan Misa. Sejak SMP Misa memang seperti ini. Selalu
cepat melupakan masalah. Tanpa ba-bi-bu, Rika menarik tangan Misa dan menaruh
bekal ditangannya. Kini mata Misa terlihat berbinar ria.
“Hwahhh! Makasih!” ucap Misa dengan nada ceria seperti
biasanya. Lagi-lagi Rika tersenyum miris.
“itu bekal dari Mhyta. Nanti dikelas kamu mesti bilang
makasih sama dia.” Datar Rika sambil mengibaskan rambutnya yang agak
berantakan. Misa mengangguk semangat kemudian membuka kotak bekal kecil itu.
“Uwooh! Gile! Bekalnya Myhta ajib!! Donat cokelat!
Uohohoho!” teriak Misa norak dan berjerit alay. Rika menghela nafas lega karena
temannya sudah kembali seperti semula lagi. alay dan berisik.
.......
Kini kelas telah sepi, sesudah bel pulang berbunyi.
Keheningan menyelimuti suasana kelas 2-A. Rika yang masih diam di kelas, asik
membaca buku novelnya yang sering ia bawa kemana pun, dimanapun. Mungkin
seluruh murid disekolah ini sudah pulang. Mungkin!. Misa pun pulang duluan
karena Rika yang menyuruhnya. Inilah yang sering dilakukan Rika sepulang
sekolah. Membaca novel hingga matahari hampir terbenam sepenuhnya. Tampang Rika
sama sekali tidak menunjukan kefokusan. Ia masih terpikir pekataan Misa saat
jam istirahat di atap sekolah.
‘uhm! Aku suka sama dia! banget! Rei emang yang terbaik!’
Rika menghela nafas kemudian menunduk dan menyeringai. Benar
apa yang Rika pikirkan mengenai Misa. Merasa tidak nafsu membaca novel, Rika
memutuskan untuk pulang. Waktu menunjukan pukul 16.53 a.m.
“haaah… Misa, ada ada aja deh” kata Rika pelan entah pada
siapa sambil memasukan novelnya kedalam tas. Sesaat berdiri dan hendak berjalan
menuju pintu kelas, Rika dikejutkan oleh seorang laki-laki yang tiba-tiba masuk
kekelasnya tanpa permisi ataupun gaya sopan lainnya. Ia mendobrak pintu kelas,
masuk secepat kilat, menutup pintu secara kasar dan bersandar didinding sambil
memejamkan matanya. Serasa melihat berandalan pasar, Rika terbelalak seketika
melihat gaya laki-laki didepannya. Bahkan bagi Rika laki-laki ini sangat tidak
asing. Namun, penampilannya berbeda 180 derajat dari biasanya.
“Rei!”kaget Rika sambil menyebut nama Laki-laki itu yang
ternyata adalah Rei. Ketua kelasnya. Rei membuka pandangannya dan terbelalak
juga melihat Rika didepannya. Rei pikir tidak akan ada siapa pun lagi
dikelasnya karena sekarang sudah lewat jam pulang. Rei meneguk liurnya sadar
bahwa penampilannya saat ini amat buruk untuk dilihat orang lain. Bahkan
reputasinya bisa turun.
“Ri-Rika!” gagap Rei seraya menunjuk Rika.
To Be Continued
tunggu kelanjutannya yah :v
salam Mochine Kawaii :v pret
😅😎

